Showing posts with label Warta. Show all posts
Showing posts with label Warta. Show all posts

Monday, 30 September 2013

Kondisi Perekonomian 2011

Posted by Admin 04:30:00, under , | No comments

(BusinessReview)-Pemulihan ekonomi global sangat jelas terlihat dari berbagai indikator, ekonomi di negara maju (Amerika Serikat dan Jepang) maupun di kawasan Asia (Cina dan India).
Di Amerika Serikat, pemulihan tercermin pada pengeluaran konsumsi masyarakat yang terus menguat dan dibarengi peningkatan respon di sisi produksi. Di Cina dan India, indikasi pemulihan ekonomi lebih jelas terlihat sebagaimana tercermin pada laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi.
Berbagai perbaikan tersebut memberikan dampak positif bagi negara-negara yang menjadi mitra dagangnya, termasuk Indonesia.
Pemulihan ekonomi global berdampak positif terhadap perkembangan sektor eksternal perekonomian Indonesia. Dalam beberapa bulan ke depan perekonomian besar dunia seperti Cina, India dan Indonesia akan tampil lebih baik. Ini dapat terjadi karena ekspor diperkirakan melambat pada sisa tahun 2010 dan selama semester pertama tahun 2011, yang disebabkan oleh melemahnya Amerika Serikat serta Eropa.

Bagaimana dengan wajah ekonomi Indonesia di 2011. Untuk mengukur  wajah ekonomi Indonesia di 2011, tolak ukurnya dengan asumsi  kondisi stabilitas politik, keamanan dan kepastian hukum.  Seperti dikatakan Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Mirza Adityaswara, riak-riak gejolak politik ini hanya proses demokrasi. Artinya jika kondisi politik  stabil, maka momentum pertumbuhan ekonomi dalam negeri bakal membaik tahun depan.
Pemulihan Global
Kalangan ekonom memperkirakan perekonomian Indonesia yang kini nomor 16 terbesar di dunia akan tampil sebagai ekonomi unggulan dunia pada tahun depan.
Fauzi Ichsan, ekonom senior Standard Chartered Bank memperkirakan laju pertumbuhan PDB Indonesia akan mencapai 6,2 persen pada akhir tahun ini, 6,5 persen pada 2011 dan 7 persen pada 2012.
“Pertumbuhan ini didorong oleh konsumsi domestik yang kuat, tingkat bunga global yang rendah dan tingginya harga komoditas," kata dia.

Dia menekankan perlu percepatan pembangunan infrastruktur untuk mendorong investasi bidang ekonomi riil serta pertumbuhan GDP di atas 7 persen. "Bank Indonesia juga harus siap untuk menaikkan suku bunga demi mengendalikan inflasi yang telah diperkirakan." ujarnya.

Pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun 2011 dapat mencapai angka 6,6% atau melebihi angka yang diasumsikan dalam RAPBN 2011  yakni 6,3%. Wakil Ketua Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat RI (DPR-RI) Harry Azhar Azis menilai, pertumbuhan ekonomi 2011 menjadi 6,6% bukan tidak mungkin tercapai. Jika terwujud, maka ini sebagai prestasi, karena menjadi pencapaian tertinggi sejak reformasi.
Pemulihan ekonomi global yang terus berlangsung tentu menjadi salah satu alasan untuk mencapai angka 6,6% tersebut. Dampak dari pemulihan ekonomi global tentunya akan terjadi perbaikan kinerja ekspor dan belanja pemerintah yang bertambah. Hal tersebut akan menjadi  penopang pertumbuhan ekonomi 2011.
"Ekspor akan meningkat, seiring pemulihan ekonomi global. Belanja APBN juga semakin besar, pada 2011 menjadi Rp1.204 triliun," katanya.
Tabel 1: Proyeksi dan Realisasi Pertumbuhan Ekonomi RI 2009-2011

Proyeksi 2009
Realisasi 2009
Proyeksi 2010
Proyeksi 2011
Pertumbuhan
4,8%
4,5%
5,5%
6-6,3%
Konsumsi Rumah Tangga
5,2%
4,9%
5,3%
5,2-5,3%,
Konsumsi Pemerintah
14,7%
15,7%
9,3%
10,9-11,2%
Investasi
7,7%
3.3%
7,2%
7,9-10,9%
Ekspor
-14.4%
-9,7%
5,1%
9,7-10,6%
Impor
-16,8%
-15%
7,2%
14,3-15,9%
Sumber data: diolah dari BPS, Nota Keuangan APBN2010 dan RPJMN 2010-2014
Dipaparkannya, untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 6,6% pada 2011  belanja negara harus tepat sasaran. Alokasi belanja harus tersalurkan ke sektor dan wilayah yang berkontribusi terhadap PDB (produk domestik bruto). "Belanja seperti pembangunan infrastruktur atau pengembangan industri harus menjadi prioritas," tegasnya.
Mirza  menuturkan diharapkan yang menjadi penopang pertumbuhan itu dari pertumbuhan nilai investasi diperkirakan tumbuh sebesar 7,9-10,9%, sedangkan ekspor barang dan jasa diperkirakan  mencapai 9,7-10,6% dan impor barang dan jasa sekitar 14,3-15,9%.
Motor penggerak pertumbuhan masih ditopang oleh konsumsi, terutama konsumsi pemerintah yang terlihat pada porsinya yang relatif besar dibandingkan yang lain. Namun, proyeksi kontribusi konsumsi pemerintah mengalami penurunan seiring dengan peningkatan target pertumbuhan investasi.
Hal ini dapat dinilai cukup baik karena sektor konsumsi tidak dapat dijadikan sebagai penopang utama secara terus menerus. Sektor investasi harus mulai berperan lebih besar dalam menopang pertumbuhan agar tercipta kualitas pertumbuhan yang lebih baik.
Penopang Pertumbuhan
Untuk meningkatkan kontribusi investasi terlihat sinyal positif dari pemerintah dengan meningkatnya alokasi anggaran pembangunan infrastruktur.
Alokasi anggaran pembangunan infrastruktur meningkat dari Rp 88,5 triliun pada tahun 2010 menjadi Rp 133,9 triliun pada tahun 2011.  Alokasi anggaran infrastruktur tahun 2011 ini merupakan yang terbesar  dalam 6 tahun terakhir.
Percepatan pertumbuhan ekonomi 2011 selain didukung dengan pengeluaran pemerintah, juga harus memanfaatkan peluang investasi pihak swasta. Pemberian insentif secara tepat dalam hal ini diperlukan untuk mendorong peningkatan investasi pihak swasta. 
Wacana tax holiday  2011 dapat ditindaklanjuti dalam meningkatkan peran swata dalam perekonomian. Selain itu peningkatan efektifitas dan efisiensi birokrasi yang didukung dengan reformasi berkelanjutan secara tidak langsung akan memberikan dampak positif  pada peningkatan investasi swasta dalam perekonomian.

Tahun depan, pemerintah menargetkan pertumbuhan industri pengolahan bisa tumbuh 4,5% melalui langkah peningkatan daya saing dan restrukturisasi industri serta pengembangan kluster industri. Untuk sektor pengangkutan dan telekomunikasi ditargetkan tumbuh sebesar 12,6%.

Sementara itu, untuk sektor pertanian ditargetkan pertumbuhannya meningkat sebesar 3,8% dengan berbagai program ketahanan pangan, a.l., peningkatan produktivitas, bantuan subsidi, berbagai program penanganan paska panen, dan pembangunan irigasi.

Dalam RAPBN 2011, pemerintah menargetkan laju pertumbuhan ekonomi sebesar 6,3% yang ditopang oleh konsumsi masyarakat sebesar 5,1%, konsumsi pemerintah 6,4%, investasi 10%, ekspor barang dan jasa 8,3%, dan impor barang dan jasa 9,3%. (sigit/diolah dari berbagai sumber)

PERAN KOPERASI DALAM PEREKONOMIAN INDONESIA
Pembangunan koperasi mengalami kemajuan yang cukup mengembirakan jika diukur dengan jumlah koperasi, jumlah anggota, aktiva dan volume usaha.
Pada masa sekarang secara umum koperasi mengalami perkembangan usaha dan kelembagaan yang mengairahkan. Namun demikian, koperasi masih memiliki berbagai kendala untuk pengembangannya sebagai badan usaha. Hal ini perlu memperoleh perhatian dalam pembangunan usaha koperasi pada masa mendatang.
Peran koperasi dalam perekonomian Indonesia paling tidak dapat dilihat dari: (1) kedudukannya sebagai pemain utama dalam kegiatan ekonomi di berbagai sektor, (2) penyedia lapangan kerja yang terbesar, (3) pemain penting dalam pengembangan kegiatan ekonomi lokal dan pemberdayaan masyarakat, (4) pencipta pasar baru dan sumber inovasi, serta (5) sumbangannya dalam menjaga neraca pembayaran melalui kegiatan ekspor. Peran koperasi, usaha mikro, kecil dan menengah sangat strategis dalam perekonomian nasional, sehingga perlu menjadi fokus pembangunan ekonomi nasional pada masa mendatang.
Pemberdayaan koperasi secara tersktuktur dan berkelanjutan diharapkan akan mampu menyelaraskan struktur perekonomian nasional, mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional, mengurangi tingkat pengangguran terbuka, menurunkan tingkat kemiskinan, mendinamisasi sektor riil, dan memperbaiki pemerataan pendapatan masyarakat. Pemberdayaan koperasi juga akan meningkatkan pencapaian sasaran di bidang pendidikan, kesehatan, dan indikator kesejahteraan masyarakat Indonesia lainnya.
Sulit mewujudkan keamanan yang sejati, jika masyarakat hidup dalam kemiskinan dan tingkat pengangguran yang tinggi. Sulit mewujudkan demokrasi yang sejati, jika terjadi ketimpangan ekonomi di masyarakat, serta sulit mewujudkan keadilan hukum jika ketimpangan penguasaan sumberdaya produktif masih sangat nyata. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa peran koperasi antara lain :
1.      Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khusunya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya.
2.      Berperan serta aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat.
3.      Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional.
4.      Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.
Pada masa ini pembangunan koperasi kurang mendapat perhatian karena koperasi kurang memperlihatkan  kinerja dan citra yang lebih baik dari masa sebelumnya.Keadaan ini merupakan salah satu bukti bahwa komitmen pemerintah masih kurang dalam pembangunan koperasi. Pembangunan adalah suatu proses yang harus berkelanjutan dan tersistem. Pertanyaan berikutnya bagaimana prospek  koperasi  pada masa datang.Jawabannya adalah  sangat prospektif  jika koperasi yang mempunyai jatidiri . Koperasi yang mempraktekkan  prinsip-prinsip koperasi  dalam organisasi dan usahanya. Koperasi sebagai badan usaha, organisasi dan  kegiatan usahanya harus dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip koperasi.Karena prinsip koperasi merupakan garis-garis  penuntun yang digunakan oleh koperasi untuk melaksanakan nilai-nilai dalam praktek seperti (1) keanggotaan sukarela dan terbuka, (2)  pengendalian oleh anggota secara demokratis, (4) partisipasi ekonomi anggota,(5) pendidikan,pelatihan dan informasi , (6) kerjasama diantara koperasi dan (7) kepedulian terhadap komunitas.
Jika Koperasi  mampu mengimplementasikan jati dirinya, koperasi akan mandiri, mampu bersaing dengan kekuatan eonomi lainnya ,mampu memproduksi produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar di dalam dan luar negeri.  Dilihat dari dasar hukum yang tertuang dalam Undang-Undang 1945, Koperasi memperoleh hak untuk hidup dan perkembangan di Indonesia. Koperasi yang sudah dibangun selama ini juga jumlahnya sudah cukup besar. Jumlah ini merupakan aset yang harus dipelihara dan diberdayakan agar dapat berkembang membantu pemerintah untuk memerangi kemiskinan dan menyediakan lapangan kerja. Jika sekarang masih banyak koperasi yang tumbuh belum  mampu mencapai tujuan bersama anggotanya,mereka harus diberdayakan melalui pendidikan. Pendidikan adalah usaha sadar untuk meningkatkan kemampuan memahami  jati diri dan menerapkannya. Disinilah peranan pihak ketiga termasuk pemerintah untuk dapat membangun  mereka mencapai tujuannya baik  sebagai mediator,fasilitator maupun sebagai kordinator.
Dengan demikian pembangunan koperasi perlu diteruskan, karena pembangunan adalah proses, memerlukan waktu dan ketekunan serta konsistensi dalam pelaksanaan,berkesinambungan untuk mengatasi semua masalah yang muncul seperti masalah kemiskinan , jumlah pengangguran. yang  semakin banyak.
Perkembangan koperasi secara nasional di masa datang diperkirakan menunjukkan peningkatan yang signifikan namun masih lemah secara kualitas. Untuk itu diperlukan komiten yang kuat untuk membangun koperasi yang mampu menolong dirinya sendiri sesuai dengan jatidiri koperasi. Hanya koperasi yang berkembang melalui praktek melaksanakan nilai koperasi yang akan mampu bertahan dan mampu memberikan manfaat bagi anggotanya. Prospek koperasi pada masa datang dapat dilihat dari banyaknya  jumlah koperasi, jumlah anggota  dan jumlah manajer, jumlah modal,volume usaha dan besarnya SHU yang telah dihimpun koperasi, sangat prosfektif untuk dikembangkan. Model pengembangan koperasi pada masa datang yang ditawarkan adalah mengadobsi koperasi yang berhasil seperti Koperasi Kredit, Koperasi simpan pinjam dan lainnya  dan Model Pengembangan Pemecahan Masalah sesuai dengan kondisi koperasi seperti  penataan kelembagaan koperasi yang tidak aktif dan koperasi aktif tidak melaksanakan RAT. Untuk memberdayakan koperasi baik yang sudah berjalan dan tidak aktif perlu dibangun  sistem pendidikan yang  terorgniser dan harus dilaksanakan secara konsesten untuk mengembangkan organisasi, usaha dan mampu bersaing dengan pelaku usaha lainnya.Inilah salah satu nilai koperasi yang tidak ada pada organisasi lain yang perlu terus dilaksanakan dan dikembangkan.
Karena pembangunan koperasi adalah proses memerlukan waktu panjang, konsestensi, komitmen  dan kesabaran yang cukup tinggi. Koperasi tidak bisa dibangun dalam waktu singkat dan parsial




Friday, 19 August 2011

Keberadaan IPNU Dalam Membentengi Generasi Bangsa

Posted by Admin 13:32:00, under ,,, | No comments


IPNU IPPNU
Pemuda sebagai bagian dari warga negara Indonesia berfungsi melaksanakan penyadaran, pemberdayaan dan pengembangan potensi dalam segala aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dalam hal ini pemuda juga diharapkan dapat berperan aktif sebagai kekuatan moral, konstrol social, dan agen perubahan dalam segala aspek pembangunan nasional.
IPNU adalah organisasi yang bersifat keterpelajaran, kekaderan, kemasyarakatan, kebangsaan dan keagamaam merupakan bagian dari Generasi Muda (Pemuda). IPNU berfungsi sebagai wadah berhimpun pelajar, santri dan mahasiswa yang mempunyai tugas untuk mengembangkan potensi dan kreatifitas pelajar serta menjadi pusat pembelajaran bagi generasi muda. Sebagai pelaksana kebijakan NU pada segmen muda sekaligus mensosialisasikan nilai dan ajaran Ahlussunnah wal jamaah dalam kehidupan sehari-hari.
IPNU sebagai bagian dari generasi muda bangsa, juga mempunyai tugas turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa dengan memberikan pembelajaran solutif alternatif serta mengembangkan bakat dan keterampilan dalam mencapai pelajar, santri dan mahasiswa yang berkarakter.
Sejak awal berdirinya, IPNU telah berhasil mengisi ruang kosong yang menjadi pemisah antara pelajar di sekolah umum yang identik dengan “sekulerisme” dan santri pondok pesantren yang identik dengan kentalnya “pendidikan keagamaan”. Dikotomi Pelajar dan santri ini dapat dileburkan dengan kehadiran IPNU yang turut berperan aktif dalam pengembangan dunia pendidikan di Indonesia. Dengan  memberikan nilai-nilai Islam ahlussunnah wal jamaah di sekolah umum dan pengetahuan umum pada pendidikan di pesantren. Sehingga IPNU mampu menyeimbangkan pengembangan potensi intelektual dan spiritual individu pada generasi muda.
Globalisasi dan Modernisasi telah menepiskan identitas kultural dan idelogi yang mempengaruhi nilai-nilai dan perilaku individu, seperti berkembangnya kecenderungan materialisme dan konsumerisme di kalangan generasi muda. Kondisi pelajar hari ini telah terjerumas pada jurang yang dalam, banyak pelajar yang menjadi pecandu narkoba, pornografi, tawuran antar pelajar menjadi sajian “hangat” setiap hari di media masa.
Disisi lain, munculnya organisasi-organisasi ideologi yang menarik pemuda atau pelajar pada doktrin-doktrin ekslusif sehingga menyebabkan pergeseran nilai ideologis pada diri pelajar hingga terjebak pada tindakan-tindakan kekerasan yang mengatasnamakan kebenaran dalam hal ini “terorisme”. Sehingga menimbulkan keresahan di masyarakat. Bukan hanya itu saja, NII sebagai aliran yang menyimpang jauh dari Ahlussunah Waljama’ah melakukan gerakan - gerakan yang pada akhirnya mencuci otak para pelajar dengan paham yang membelokkan dari islam.
Hal ini mengharuskan peran aktif pemuda salah satunya Pimpinan Wilayah IPNU Jawa Timur sebagai organisasi yang concern terhadap pembinaan, pemberdayaan dan pengembangan potensi pelajar, santri dan mahasiswa untuk mengembalikan jatidiri pemuda Indonesia. Hal ini tentunya harus diiringi dengan berbagai langkah yang sistematik dan terarah. Disatu sisi, IPNU juga berusaha dalam meningkatkan mutu pengembangan SDM dan militansi pemuda, serta mengasah kecerdasan dan keterampilan dalam rangka membangun pemuda yang berkarakter menuju Indonesia bermartabat. Stmj.23/07/11

Sunday, 10 July 2011

Perkembangan Konsep Teknologi Pendidikan Dan Revolusi Pendidikan

Posted by Admin 09:52:00, under ,,, | No comments


Sebenarnya dalam sejarah perkembangan Teknologi Pendidikan / Pembelajaran telah mengalami 3 (tiga) tahapan revolusi, Beckwith (1998: 4) menyebutnya Teknologi Masa Lampau, Teknologi Masa Sekarang dan Teknologi Masa Depan.
Teknologi Masa Lampau, dilukis sebagai teknologi yang menggunakan pendekatan peralatan (Tool Approach) yaitu pemakaian peralat audio visual (OHP, Film bingkai, Film dsb) dalam usaha membantu tenaga pendidik dalam memperbaiki pembelajarannya dalam kelas artinya revolusi pertama ini mempunyai fungsi utama “membantu tugas guru”.
Teknologi Masa Sekarang, dikenal sebagai teknologi yang menggunakan pendekatan sistematik (Systematic Approach) yaitu pengembangan dan penerapan proses-proses metodologis yang berlandaskan hokum-hukum atau aturan-aturan dalam usaha untuk memudahkan belajar. Sistematik berarti mengikuti urutan atau aturan. Artinya revolusi kedua terfokus pada usaha merancang, mengembangkan dan mengemplimentasikan dan menilai pembelajaran bermedia jadi system pembelajaran tersebut media dirancang untuk mampu mengajar dan membelajarkan tanpa menghadirkan guru sehintgga memerlukan langkah-langkah sistematik.
Teknologi Masa Lampau, menggambarkan pengunaan pendekatan yang bersifat sistematik(System approach) yang penciptaan keseluruhan merupakan satu kesatuan yang bersifat dinamis (dari keadaan sebelumnya yang merupakannkomponen-komponen yang lepas) dalamusaha untuk mempengaruhi terjadinya transformasi belajar. Harapan dalam teknologi ini dapat terciptanya persekolahan yang lebih baik, proses belajar yang lebih baik, transformasi yang lebih baik, komunikasi instraktif yang lebih baik dan dunia yang lebih baik.
Dari ulasan diatas, bagaimana kita semua dalam menanggapi perkembangan sekarang dalam kenyataannya ? Kalo boleh saya berpendapat: Kenyataan yang sebenarnya kalo kita melihat bahwa teknologi pendidikan / pengajaran masih berada dalam keterbatasan, inilah yang menjadi banyak menjadi kekecewaan pada kalangan teknolog pendidikan / pengajaran, karena dalam kondisi sekarang ini teknologi / pembelajaran masih belum mampu membantu mengatasi banyak persoalan dalam bidang pendidikan dan pembelajaran. Padahal kita semua sekarang sudah masuk pada era globalisasi yang perkembangannya semakin dasyat dirasakan dan mau tidak mau kita terseret untuk dapat mengikuti dengan keterbelengguan. Bagamana anda menanggapi permasalahan tersebut ?
Pada abad 21 ini dikenal dengan sebutan masa atau era Globalisasi atau juga disebut dengan era Informasi, secara sadar dapat dirasakan dampaknya oleh masyarakat, terutama dengan semakin banyaknya saluran informasi yang tersedia. Eric Ashby (1972) mengatakan bahwa telah terjadi revolusi ke-empat dalam bidang Pendidikan. Revolusi pertama; ketika orang tua menyerahkan anaknya untuk dididik oleh orang yang berilmu (guru), Revolusi ke-dua; telah digunakannya alat tulis untuk keperluan pendidikan, Revolusi ke-tiga; ditemukannya mesin cetak, sehingga materi dapat disajikan dalam bentuk buku dan Revolusi ke-empat; telah ditemukannya perangkat elektronik.Selanjutnya Eric Ashby memberikan 7 (tujuh)  ciri-ciri revolusi ke-empat antara lain:
  1. Berkembangnya pendidikan di luar kampus, sebagai bentuk pendidikan berkelanjutan.
  2. Mahasiswa mendapatkan akses lebih besar dari berbagai sumber.
  3. Perpustakaan sebagai pusat sumber belajar merupakan cirri dominan dalam kampus.
  4. Bangnan kampus yang berserak dengan kampus inti dipusat dan kampus satelit yang ada di tengah masyarakat.
  5. Tuntutan bagi mahasiswa untuk menguasai teknologi.
  6. Tumbuhnya profesi bari dalam bidang media dan teknologi
  7. Mahasiswa dituntut untuk belajar mandiri
Bukhopadhyay M (1995) juga berpendapat bahwa kecenderungan globalisasi memicu dunia pendidikan dari pendidikan tatap muka yang konvensional kearah pendidikan yang lebih terbuka. Pendapat ini mengajak kita pelaku pendidikan untuk tidak selalu dinina bobokan oleh kebiasaan lama yang sudah menyatu dirinya untuk dipakai sebagai senjata yang ampuh untuk menembus permasalahan pendidikan yang semakin komplek. Pendidikan yang menyenangkan, enjoy harus dapat kita lakukan untuk mengganti pola lama yang membosankan. Bishop G. (1989) meramalkan bahwa pendidika masa mendatang akan bersifat luwes (fklexible), terbuka, dan dapat diakses oleh siapapun. Mason R. (1994) berpendapat pendidikan masa mendatang akan lebih ditentukan oleh jaringan, bukan gedung sekolah. Sedangkan Tony Bates (1995) menyatakan bahwa teknologi dapat meningkatkan kualitas dan jangkauan bila digunakan secara bijak untuk pendiikan dan latihan dan mempunyai arti yang sangat penting bagi kesejahteraan ekonomi. Pendapat tersebut juga telah banyak member pandangan pada kita semua untuk mendapatkan pendidikan dengan cara tidak tergantung pada pendidikan / pembelajaran yang kaku akan tetapi kita semua akan mendapatkan dari jaringan Teknologi Telekomunikasi dan Informasi (TTI). Hal ini diperkuat dengan pendapat Romiszowiski & Lewis (1995) yang memprediksi bahwa penggunaan “Computer Mediated Communication (CMC)” atau komunikasi multimedia dengan computer dengan kemampuannya mengintegrasikan sumber informasi secara on-line memiliki peluang untuk dimanfaatkan dalampendidikan dan pelatihan mengingat CMC dapat menyampaikan pendidikan yang bersifat Sinkronus (dua arah) maupun asinkronus (searah).
Pandangan tersebut di atas kita dapat member prediksi sebagai anggapan bahwa dengan globalisasi maka pendidikan di masa mendatang akan lebih terfokus pada jaringan, terbuka dan dua arah, beragam, multidisipliner serta terkait pada produktivitas kerja saat itu juga dan kompetitif. Seharusnyalah kita selaku pemerhati pendidikan / pengajaran tanggap dan menyadari bahwa perluasan kesempatan pendidikan secara linier dan konvensional akan memakan waktu yang lama dan mahal, mungkin saja akan kurang responsive terhadap gejolak dinamika perubahan. Peluang-peluang yang ditawarkan oleh Teknologi Tinggi ini agar dapat menerobos hambatan-hambatan dan keterbatasan-keterbatasan system yang konvensional maka pemanfaatan teknologi hendaknya dilaksanakan secara bijak.
RUJUKAN:
AECT (Association for Educational Communication and Technology), 1994, The Definition of Educational Technology, Washington, DC.
Ashby, Eric, 1972, The Fourth Revolution: Instructional Technology in Higher Education,A Carnegie Commission on Higher Education Report, New YorkK McGraw-Hill Book Co.
Bates, Tony, 1995, Technology, Open Learning AND Distance Learning, London: Routledge.
Beckwith, Don, 1988, The Future of Educational Technology, Canadian Journal of Educational Communication.
Bishop, G., 1989, Alternative Strategies for Education, London: McMilan Publisher Ltd.
Ely, Donald P, 1997, Bahan Kuliah Fakultas Pascasarjana IKIP Jakarta.
Heinich, Robert, 1984, The Proper Study of Instructional Technology, Educational Communiction and Technology Journal.
Mason, R., 1994, Using Communiction Media in Open and Flexible Learning, London: Kogan Page Ltd.
Miarso, Yusufhadi, 2005, Menyemai Benih Teknologi Pendidikan, Diterbitkan Atas Kerja Sama dengan Pustekkom DIKNAS, Kencana, Jakarta.
Mukhopadhyay, M., 1995, “Shiffting Paradigm in Open and Distance Education” Paper presented at IDLN Fist Symposium, Yokyakarta.
Prawiradilaga, Salma, Dewi dan Siregar, Eveline, 2004, Mozaik Teknologi Pendidikan, Diterbitkan atas kerjasama dengan Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Kencana, Jakarta.
Romiszowski, A. J., 1992, Computer Mediated Communication: A Selected Bibliography, Englewood Cliffs, NJ.: Educational Technology Publications.
 Sumber : http://data.tp.ac.id/artikel/25/Perkembangan+Konsep+Teknologi+Pendidikan+Dan+Revolusi++Pendidikan+.htm

Monday, 20 June 2011

Workshop Kaderisasi; Penanaman Konsep Kaderisasi Untuk PC. IPNU Se-Jatim

Posted by Admin 02:28:00, under ,,,, | No comments

           Sebenarnya banyak sekali potensi para kader IPNU di daerah – daerah yang belum terwadahi dengan baik. Hal ini sangat disayangkan, karena potensi yang seharusnya dapat menigkatkan internal IPNU sendiri harus terabaikan begitu saja. Melihat kondisi seperti ini perlu kiranya membenahi wadah untuk memperkuat pengkaderan mulai dari tingkat bawah seperti Pimpinan Ranting, Pimpinan Anak Cabang, Pimpinan Cabang, Pimpinan Wilayah hingga Pimpinan Pusat.
          Mengingat begitu luasnya jangkauan untuk target pengkaderan maka perlu adanya wadah pengkaderan di setiap tingkatan, seperti Pimpinan Pusat harus memiliki wadah pengkaderan di masing – masing Wilayah se Indonesia, kemudian Pimpinan Wilayah harus memiliki wadah pengkaderan di setiap cabang dan begitu seterusnya hingga tingkatan paling bawah Pimpinan Ranting. Upaya ini sangat efektif untuk mencetak kader – kader yang militan.
         Semakin banyaknya paham maupun wacana – wacana yang mungkin mencoba untuk menyimpang dari Ahlussunah Waljama’ah yang hamper di setiap tingkatan, khususnya tingkat bawah yang pada umumnya masih polos menjadi perhatian khusus Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ualam Jawa Tmur dalam membentengi kader – kader yang masih Polos tersebut.
         Saya pikir terobosan yang sangat luar biasa di tengah – tengah era Global seperti saat ini. Workshop Kaderisasi dengan tema “Revitalisasi Pengkaderan, Menyongsong Masa Depan IPNU”, begitulah kiranya upaya yang dilakukan oleh PW. IPNU Jatim bekerjasama dengan PP. IPNU Jakarta. Yang mana acara dikemas sedikit berbeda dari LATPEL ( Latihan Pelatih ) yaitu Proses prngkaderan yang harus dilalui sebelum masuk kepengurusan di tingkat Pimpinan Cabang (PC). Dengan diadakanya kegiatan ini PW. IPNU Jatim berharap agar para delegasi yang dikirim untuk mengikuti Workshop dapat dijadikan perantara dalam mewadahi kader di daerahnya masing-masing.
        Tim pengkaderan PW. IPNU Jatim, Rekan Imam Fadli menjelaskan dalam pembukaan Workshop Kaderisasi tersebut, “memang sengaja dalam proses pengkaderan ini dibuat seperti Worshop karena memang sama sekali tidak mengurangi eksistensi daripada materi itu sendiri. Ini adalah bentuk upaya kami sebagai Tim Pengkaderan untuk IPNU Wilayah Jawa Timur mungkin dirasa Workshop ini kurang maksimal namun ini adalah salah satu upaya kami kepada para kader untuk mencetak kader yang berkualitas”.
        Workshop yang dilaksanakan di Balai PUSDIKLAT PW. LP. Ma’arif Jawa Timur tersebut diikuti oleh masing-masing delegasi dari setiap Cabang yang ada di Jawa Timur yaitu 42 Cabang. Forum yang sangat tepat, dimana Pengurus Pimpinan Wilayah dan Tim Pengkaderan Cabang berkumpul dalam satu ruangan. Hal ini dapat dimanfaatkan baik dari Wilayah maupun Cabang, Wilayah menjadi apa kendala dalam proses pengkaderan yang ada Cabang se-Jatim. Begitu sebaiknya, Cabang dapat menshare langsung ke Wilayah terkait dengan maslah yang ada di daerah masing-masing. Semoga dengan adanya terobosan ini khususnya kader IPNU menjadi lebih kompeten.

Sunday, 19 June 2011

Pilar – Pilar Kejayaan Islam dan Airan-aliran yang Menyimpang

Posted by Admin 08:23:00, under ,,,, | No comments


          Ketika Rasulullah SAW akan melaksanakan Isro’ Mi’roj, yakni pada tahun ke 13 kenabian. Dada Rasulallah SAW dibedah oleh malaikat Jibril. Dibawa mendekat ke sumur Zamzam. Di situ dada Rasullallah disucikan dengan air zamzam dan diisi dengan Iman, Ilmu, Keyakinan, Kearifan dan Kesabaran. Keempat inilah yang dimasukkan ke dalam dada Rasullalah SAW, karena beliau adalah seorang pemimpin umat se jagad raya, yang membawa umat dari zaman jahiliyah menuju Isamiyah. Iman merupakan pondasi untuk memberi dorongan motivasi dan dorongan spiritual. Dari iman inilah maka muncul taqwa. Iman dan taqwa kemudian membentuk akhlaq. Dari akhlak yang dimiliki masing-masing indvidu ini membangun keluarga. Karena keluarga adalah basis dalam masyarakat. Masyarakat Indonesia yang besar ini dapat diringkas dalam keuarga. Maka jika kelurga ini baik maka akan baik seluruh Indonesia dan begitu sebaliknya.
          Kemudian dengan ilmu, seseorang akan lebih maju dan dapat mengetahui situasi masyarakat yang dihadapinya. Begitu juga dengan Negara yang berilmu maka negara ini akan maju dengan masyarakat yang sejahtera. Dengan ilmu orang dapat berfikir maju, nah, inilah sosok Rasulallah SAW, Keyakinan. Orang harus memliki eyakinan dan harus optimis melakukan perbuatan, namun harus berusaha secara penuh. Sebagai ummat islam jangan memilik pemikiran yang sempit, bergaul dengan berbagai kalangan, tetapi tidak boleh terjebak, apalagi menjadikan akidah hanya untuk meraih duniawi. Karena saat ni banyak orang menjual aqidah dengan sangat murah. Kesabaran yakni ketahanan fisik dan mental, kearifan. Itu diwariskan kepada khulafaurrosyidin, kemudian para tabi’in dan tabi’at tabi’in, para ulama dan hingga zaman sekarang.
          Kalau kita melihat kejayaan islam semasa zaman keemasannya bangga, ini sejarah. Sejarah boleh jadi pemantik semangat untuk bangkit kembali dari tidur yang panjang ini. Karena itu untuk membangun pilar-pilar kejayaan umat islam. Umat islam harus lebih menyantuni kepada sesama terutama yang lemah. Begitu juga dengan Negara yang mayoritas dihuni oleh kaum muslimin. Minimal negara dapat menerapkan nilai-nilai yang telah diajarkan oleh islam.
          Pemerintah harus peka terhada kekuatan-kekuatan dari luar yang ingin melemahkan umat islam yang mayoritas ada di Negara Indonesia ini. Misalnya konsep kaitalisme, konsep pluralisme, konsep liberalisme harus dtolak. Karena ini merupakan skenario global untuk melemahkan umat islam. Saya banyak menemukan buku-buku yang di tulis oleh kelomok-keompok tertentu yang sengaja ngin mendangkalkan aqidah islam. Umat islam tidak boleh begitu saja menerma.
          Misalnya yang saat ini lagi hangat-hangatnya alran Ahmadiyah. Alran ini merupakan bikinan dari inggris di india tahun 1988 yang mengaku sebagai nabi. Orang-orang ahmadiyah memaknai surat Al Ahzab 40. Mereka memaknai “Khatam“ adalah Cincin. Sehingga menurut mereka Muhammad adalah cincin terhormat di antara para nabi-nabi. Ini terjemahan dan tafsiran yang ditolak oleh umat islam. Dalam Q.S Yasiin : 65 maknanya : pada hari ini kami tutup mulut mereka dan berkatalah tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang mereka usahakan.
          Kalau “Khatam” artinya cincin, apakah kemudian diartikan “pada hari ini kami cincinkan mulut-mulut mereka”. Tentu tidak pas. Ahmadiyah berpendapat bahwa mungkin saja ada nabi baru lagi setelah nabi Muhammad SAW. Kalau Allah berkehendak apa yang tidak mungkin. Lalu mengambil dasar-dasar Surat Alhajj : 75.
          Kalau kita bicara tetang pilar-pilar kejayaan ummat islam maka kita harus membangun. Pertama, Quwwatur Rihiyah (kekuatan rohani) yang kuat. Yaki keimanan yang kokoh. Kedua, Quwwatul Wihdah kekuatan persatuan). Ukhwuwah islamiyah yang erat. Ketiga, QQuwwatul Maadiyah (Kekuatan ekonomi). Mari kita kerja keras untuk kebangkitan umat islam. Janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang tinggi derajatnya. Jika kamu orang-orang yang beriman.
Suber : Buletin Dakwah Jum’at Al Akbar Edisi 013 / 06 Rabiul Akhir 1432 / 11 Maret 2011

Sunday, 30 January 2011

Lagii-Lagi Gus Ipul Buat Ngakak

Posted by Admin 04:31:00, under | No comments


           Surabaya, 30/01/11. Beberapa hari kemarin Gus Ipul membuat nagakak para hadirin peserta pembukaan Kongres ansor ke 14. Eh,, ternyata bukan kali itu saja Gus Ipul membuat para khalayak umum khususnya para tamu undangan tertawa terpingkal-pingkal pada saat pembukaan MUSWIL IV di Asrama Haji Sukolilo.
Betapa tidak,  setelah Gus Ipul diberi kesempatan  oleh Pak Dhe Karwo Gubernur Jawa Timur. Sosok usia yang terbilang masih muda yang menyandang Wakil Gubernur itu merespon ungkapan Bpk Suyoto, Bupati Bojonegoro.
Orang nomor satu  di kakbupaten bojonegoro yang sekaligus dikenal sebagai sosok kiai itu  mengulas seputar kata “Ansor” dan “Nasrani”. “kalu dilihat dari sudut bahasa sebenarnya kata Ansor itu sama arti dengan nasroni yang berarti Menolong”. Sepontan saat itu juga para hadirin tertawa terpingkal-pingkal dengan persepsi tertuju pada Gus Ipul. Memang wajar karena Gus Ipul mantan orang nomor satu di ansor.
Seketika itu juga Pak Suyoto Menafikan, memang secara arti tidak beda jauh tetapi maksudnya adalah sangat jauh. Nasroni itu adalah nama suatu ajaran sedangkan Ansor itu adalah Ormas. Kemudian pak suyoto mentaskhih ilmu nahwunya (Nashoro, yansuru, Nasron, wamanshoron. dst)
Kemudian giliran Gus Ipul yang diberi kesempatan untuk sedikit sambutan, ternyata kesempatan itu digunakan Gus Ipul untuk membuat forum yang semakin Enjoy. “saya ingin merespon Pak suyoto, memang bener pak kalau Ansor sama Nasroni itu ada persamaan, dan memang sejak dulu Ansor itu kerjasama dan saling tolong menolong dengan Nasroni. Contohnya: para pastot-pastor itu tidak boleh kawin dan diberikan kepada para kiai”. Sepontan suasana forum menjadi pecah dengan gemuruhnya ketawa para tamu undangan pada siang itu.(stmj)

Tuesday, 18 January 2011

Rusuh Saat MUSMA HIMAKOM IAIN SUPEL

Posted by Admin 04:21:00, under ,, | No comments


HIMAKOM (Himpinan Mahasiswa Komunikasi) merupakan suatu organisasi intra kampus di bawah naungan Prodi Komunikasi yang beranggotakan para mahasiswa komunikasi. Salah satu tujuan didirikannya organisasi ini adalah untuk mengembangkan skill para mahasiswa ilmu komunikasi.
Bnyak agenda-agenda yang telah dilaksanakan oleh HIMAKOM, salah satunya adalah MUSMA (Musyawarah Mahasiswa) yang dilaksanakan tiap tahun sekali dan merupakan acar tertinggi di HIMAKOM.
Tepat tanggal 14-17 Januari 2011, HIMAKOM mengadakan MUSMA sekaligus OSMAJUR (Orientasi Jurusan) yang diikuti kurang lebih 109 peserta dari semester satu. MUSMA yang seharusnya dilakukan pada waktu itu juga terpaksa harus di hentikan dan di tunda hingga ada waktu yang tepat karena pada pelaksanaan MUSMA tersebut terjadi Kericuhan dalam Forum.
Kericuhan terjadi pada hari ke dua sabtu, 15 januari 2011 pada  Sidang Pleno satu yang dipimpin oleh Ainul (sapaan akrabnya). Pasalnya kericuhan itu berawal dari salah satu mahasiswa yang merasa dipolitiki oleh para senior HIMAKOM. Para peserta tampaknya kecewa dan tidak setuju kalau MUSMA ini di ikut sertakan dalam OSJUR, dengan alasan bahwa “mengapa MUSMA ini hanya diikuti oleh semester satu saja padahal Mahasiswa Komunikasi bukan hanya semester satu?” berawal dari sisnsilah Peserta Mencoba menyudutkan PINDANG (Pimpinan Sidang) dengan berbagai pertanyaan yang seharusnya tidak perlu dijawab. Misalnya “apakah bisa anda membuktikan hitam di atas putih bahwa MUSMA ini adalah Legal?”.
Dengan berbagai penjabaran oleh pindang, para mahasiswa sedikit paham dan mulai mereda yang asalanya panas. Kemudian peserta pun meminta agar pemilihan KETUM tidak di lakukan saat itu juga, atas permintaan forum, Pindangpun menghapus poin ketiga yaitu tentang pemilihan Ketua Umum. Karena waktu sudah menunjukan saatnya istirahat maka Pindang memutuskan untuk Break sejenak dan akan dilanjutkan setelah sholat dhuhur.
Sidang kedua dimulai, para panitia tidak habis pikir kalau Forum kedua ini akan tambah semakin memanas. Seusai pindang membuka forum, suasana memanas terjadi dan peserta meminta saat itu juga sidang dibatalkan, peserta juga mengancam jika MUSMA tetap dilaksanakan maka pesrta semua akan pulang. Suasana semakin tidak terkendalai saat panitia berusaha membawa peserta yang diduga profokator tersebut keluar forum, Dalam kericuahan tersebut sempat terjadi adu fisik antara peserta dengan panitia, sehingga memancing peserta lainnya untuk membela dan bersikap anarkis.

Thursday, 13 January 2011

SBY Berharap Agar GP ANSOR Menjadi PEMERSATU BANGSA

Posted by Admin 17:06:00, under ,, | No comments

Surabaya, 13 januari 2011. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengimbau kader GP Anshor menjalankan kongres dengan demokratis dan bermartabat. Demikian pidato Kepala Negara membuka Kongres XIV Anshor Nahdlatul Ulama di Lapangan Makodam V Brawijaya, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (13/1).
"Dalam kongres akan ada pemilihan ketua umum baru, saya ingin dilakukan secara demokratis dalam semangat persaudaraan," seru Presiden.
Momen ditandai dengan pemukulan beguk oleh Presiden. Kepala Negara didampingi Ketua Umum GP Anshor Syaifullah Yusuf, Ketua Umum PBNU Said Agil S., dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo. Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga Andi Alifian Mallarangeng juga hadir.
Presiden Yudhoyono menuturkan nilai demokratis sebagai kekuatan dan budaya warga NU. "Jangan berubah," cetus ia.
Kongres GP Anshor dijadwalkan hingga 17 Januari 2011. Adapun agenda utama kongres pemilihan ketua umum GP Anshor.
Sebelumnya Ketua Gerakan Penyelamat NU (GPNU) Khoirul Rijal prihatin akan pelaksanaan Kongres XIV Gerakan Pemuda Anshor. Bagi ia, kongres terkontaminasi kepentingan politis. Rijal mengingatkan Ketua GP Anshor Saifullah Yusuf segera menjauhkan organisasi kepentingan politik parpol.
"Banyak parpol yang memasang kadernya sebagai kandidat ketua umum atau pengurus untuk kepentingan kelompoknya," kata kandidat magister ilmu politik Universitas Airlangga itu.
Sejumlah nama dikandidatkan memimpin. Misalnya Sekretaris Jenderal GP Anshor Malik Haramain; Wakil Ketua GP Anshor Chotibul Umam Wiranu; bekas Ketua Umum PMII Nusron Wahid; dan bekas pengurus GP Anshor Munawar Fuad. Selebihnya, Saiful Tamlika dari Partai Persatuan Pembangunan dan Marwan Jakfar dari Demokrat.
Gerakan itu merupakan satu organisasi pergerakan pemuda NU yang peduli keberlangsungan organisasi NU. GPNU didirikan 12 Desember 2004 setelah Muktamar Ke-31. (stmj)