Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.
This is featured post 2 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.
This is featured post 3 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.
This is featured post 4 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.
(BusinessReview)-Pemulihan ekonomi global sangat jelas terlihat dari berbagai indikator, ekonomi di negara maju (Amerika Serikat dan Jepang) maupun di kawasan Asia (Cina dan India).
Di Amerika Serikat, pemulihan tercermin pada pengeluaran konsumsi masyarakat yang terus menguat dan dibarengi peningkatan respon di sisi produksi. Di Cina dan India, indikasi pemulihan ekonomi lebih jelas terlihat sebagaimana tercermin pada laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi.
Berbagai perbaikan tersebut memberikan dampak positif bagi negara-negara yang menjadi mitra dagangnya, termasuk Indonesia.
Pemulihan ekonomi global berdampak positif terhadap perkembangan sektor eksternal perekonomian Indonesia. Dalam beberapa bulan ke depan perekonomian besar dunia seperti Cina, India dan Indonesia akan tampil lebih baik. Ini dapat terjadi karena ekspor diperkirakan melambat pada sisa tahun 2010 dan selama semester pertama tahun 2011, yang disebabkan oleh melemahnya Amerika Serikat serta Eropa.
Bagaimana dengan wajah ekonomi Indonesia di 2011. Untuk mengukur wajah ekonomi Indonesia di 2011, tolak ukurnya dengan asumsi kondisi stabilitas politik, keamanan dan kepastian hukum. Seperti dikatakan Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Mirza Adityaswara, riak-riak gejolak politik ini hanya proses demokrasi. Artinya jika kondisi politik stabil, maka momentum pertumbuhan ekonomi dalam negeri bakal membaik tahun depan.
Pemulihan Global
Kalangan ekonom memperkirakan perekonomian Indonesia yang kini nomor 16 terbesar di dunia akan tampil sebagai ekonomi unggulan dunia pada tahun depan.
Fauzi Ichsan, ekonom senior Standard Chartered Bank memperkirakan laju pertumbuhan PDB Indonesia akan mencapai 6,2 persen pada akhir tahun ini, 6,5 persen pada 2011 dan 7 persen pada 2012.
“Pertumbuhan ini didorong oleh konsumsi domestik yang kuat, tingkat bunga global yang rendah dan tingginya harga komoditas," kata dia.
Dia menekankan perlu percepatan pembangunan infrastruktur untuk mendorong investasi bidang ekonomi riil serta pertumbuhan GDP di atas 7 persen. "Bank Indonesia juga harus siap untuk menaikkan suku bunga demi mengendalikan inflasi yang telah diperkirakan." ujarnya.
Pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun 2011 dapat mencapai angka 6,6% atau melebihi angka yang diasumsikan dalam RAPBN 2011 yakni 6,3%. Wakil Ketua Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat RI (DPR-RI) Harry Azhar Azis menilai, pertumbuhan ekonomi 2011 menjadi 6,6% bukan tidak mungkin tercapai. Jika terwujud, maka ini sebagai prestasi, karena menjadi pencapaian tertinggi sejak reformasi.
Pemulihan ekonomi global yang terus berlangsung tentu menjadi salah satu alasan untuk mencapai angka 6,6% tersebut. Dampak dari pemulihan ekonomi global tentunya akan terjadi perbaikan kinerja ekspor dan belanja pemerintah yang bertambah. Hal tersebut akan menjadi penopang pertumbuhan ekonomi 2011.
"Ekspor akan meningkat, seiring pemulihan ekonomi global. Belanja APBN juga semakin besar, pada 2011 menjadi Rp1.204 triliun," katanya.
Tabel 1: Proyeksi dan Realisasi Pertumbuhan Ekonomi RI 2009-2011
Proyeksi 2009
Realisasi 2009
Proyeksi 2010
Proyeksi 2011
Pertumbuhan
4,8%
4,5%
5,5%
6-6,3%
Konsumsi Rumah Tangga
5,2%
4,9%
5,3%
5,2-5,3%,
Konsumsi Pemerintah
14,7%
15,7%
9,3%
10,9-11,2%
Investasi
7,7%
3.3%
7,2%
7,9-10,9%
Ekspor
-14.4%
-9,7%
5,1%
9,7-10,6%
Impor
-16,8%
-15%
7,2%
14,3-15,9%
Sumber data: diolah dari BPS, Nota Keuangan APBN2010 dan RPJMN 2010-2014
Dipaparkannya, untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 6,6% pada 2011 belanja negara harus tepat sasaran. Alokasi belanja harus tersalurkan ke sektor dan wilayah yang berkontribusi terhadap PDB (produk domestik bruto). "Belanja seperti pembangunan infrastruktur atau pengembangan industri harus menjadi prioritas," tegasnya.
Mirza menuturkan diharapkan yang menjadi penopang pertumbuhan itu dari pertumbuhan nilai investasi diperkirakan tumbuh sebesar 7,9-10,9%, sedangkan ekspor barang dan jasa diperkirakan mencapai 9,7-10,6% dan impor barang dan jasa sekitar 14,3-15,9%.
Motor penggerak pertumbuhan masih ditopang oleh konsumsi, terutama konsumsi pemerintah yang terlihat pada porsinya yang relatif besar dibandingkan yang lain. Namun, proyeksi kontribusi konsumsi pemerintah mengalami penurunan seiring dengan peningkatan target pertumbuhan investasi.
Hal ini dapat dinilai cukup baik karena sektor konsumsi tidak dapat dijadikan sebagai penopang utama secara terus menerus. Sektor investasi harus mulai berperan lebih besar dalam menopang pertumbuhan agar tercipta kualitas pertumbuhan yang lebih baik.
Penopang Pertumbuhan
Untuk meningkatkan kontribusi investasi terlihat sinyal positif dari pemerintah dengan meningkatnya alokasi anggaran pembangunan infrastruktur.
Alokasi anggaran pembangunan infrastruktur meningkat dari Rp 88,5 triliun pada tahun 2010 menjadi Rp 133,9 triliun pada tahun 2011. Alokasi anggaran infrastruktur tahun 2011 ini merupakan yang terbesar dalam 6 tahun terakhir.
Percepatan pertumbuhan ekonomi 2011 selain didukung dengan pengeluaran pemerintah, juga harus memanfaatkan peluang investasi pihak swasta. Pemberian insentif secara tepat dalam hal ini diperlukan untuk mendorong peningkatan investasi pihak swasta.
Wacana tax holiday 2011 dapat ditindaklanjuti dalam meningkatkan peran swata dalam perekonomian. Selain itu peningkatan efektifitas dan efisiensi birokrasi yang didukung dengan reformasi berkelanjutan secara tidak langsung akan memberikan dampak positif pada peningkatan investasi swasta dalam perekonomian.
Tahun depan, pemerintah menargetkan pertumbuhan industri pengolahan bisa tumbuh 4,5% melalui langkah peningkatan daya saing dan restrukturisasi industri serta pengembangan kluster industri. Untuk sektor pengangkutan dan telekomunikasi ditargetkan tumbuh sebesar 12,6%.
Sementara itu, untuk sektor pertanian ditargetkan pertumbuhannya meningkat sebesar 3,8% dengan berbagai program ketahanan pangan, a.l., peningkatan produktivitas, bantuan subsidi, berbagai program penanganan paska panen, dan pembangunan irigasi.
Dalam RAPBN 2011, pemerintah menargetkan laju pertumbuhan ekonomi sebesar 6,3% yang ditopang oleh konsumsi masyarakat sebesar 5,1%, konsumsi pemerintah 6,4%, investasi 10%, ekspor barang dan jasa 8,3%, dan impor barang dan jasa 9,3%. (sigit/diolah dari berbagai sumber)
PERAN KOPERASI DALAM PEREKONOMIAN INDONESIA
Pembangunan koperasi mengalami kemajuan yang cukup mengembirakan jika diukur dengan jumlah koperasi, jumlah anggota, aktiva dan volume usaha.
Pada masa sekarang secara umum koperasi mengalami perkembangan usaha dan kelembagaan yang mengairahkan. Namun demikian, koperasi masih memiliki berbagai kendala untuk pengembangannya sebagai badan usaha. Hal ini perlu memperoleh perhatian dalam pembangunan usaha koperasi pada masa mendatang.
Peran koperasi dalam perekonomian Indonesia paling tidak dapat dilihat dari: (1) kedudukannya sebagai pemain utama dalam kegiatan ekonomi di berbagai sektor, (2) penyedia lapangan kerja yang terbesar, (3) pemain penting dalam pengembangan kegiatan ekonomi lokal dan pemberdayaan masyarakat, (4) pencipta pasar baru dan sumber inovasi, serta (5) sumbangannya dalam menjaga neraca pembayaran melalui kegiatan ekspor. Peran koperasi, usaha mikro, kecil dan menengah sangat strategis dalam perekonomian nasional, sehingga perlu menjadi fokus pembangunan ekonomi nasional pada masa mendatang.
Pemberdayaan koperasi secara tersktuktur dan berkelanjutan diharapkan akan mampu menyelaraskan struktur perekonomian nasional, mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional, mengurangi tingkat pengangguran terbuka, menurunkan tingkat kemiskinan, mendinamisasi sektor riil, dan memperbaiki pemerataan pendapatan masyarakat. Pemberdayaan koperasi juga akan meningkatkan pencapaian sasaran di bidang pendidikan, kesehatan, dan indikator kesejahteraan masyarakat Indonesia lainnya.
Sulit mewujudkan keamanan yang sejati, jika masyarakat hidup dalam kemiskinan dan tingkat pengangguran yang tinggi. Sulit mewujudkan demokrasi yang sejati, jika terjadi ketimpangan ekonomi di masyarakat, serta sulit mewujudkan keadilan hukum jika ketimpangan penguasaan sumberdaya produktif masih sangat nyata. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa peran koperasi antara lain :
1.Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khusunya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya.
2.Berperan serta aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat.
3.Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional.
4.Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.
Pada masa ini pembangunan koperasi kurang mendapat perhatian karena koperasi kurang memperlihatkan kinerja dan citra yang lebih baik dari masa sebelumnya.Keadaan ini merupakan salah satu bukti bahwa komitmen pemerintah masih kurang dalam pembangunan koperasi. Pembangunan adalah suatu proses yang harus berkelanjutan dan tersistem. Pertanyaan berikutnya bagaimana prospek koperasi pada masa datang.Jawabannya adalah sangat prospektif jika koperasi yang mempunyai jatidiri . Koperasi yang mempraktekkan prinsip-prinsip koperasi dalam organisasi dan usahanya. Koperasi sebagai badan usaha, organisasi dan kegiatan usahanya harus dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip koperasi.Karena prinsip koperasi merupakan garis-garis penuntun yang digunakan oleh koperasi untuk melaksanakan nilai-nilai dalam praktek seperti (1) keanggotaan sukarela dan terbuka, (2) pengendalian oleh anggota secara demokratis, (4) partisipasi ekonomi anggota,(5) pendidikan,pelatihan dan informasi , (6) kerjasama diantara koperasi dan (7) kepedulian terhadap komunitas.
Jika Koperasi mampu mengimplementasikan jati dirinya, koperasi akan mandiri, mampu bersaing dengan kekuatan eonomi lainnya ,mampu memproduksi produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar di dalam dan luar negeri. Dilihat dari dasar hukum yang tertuang dalam Undang-Undang 1945, Koperasi memperoleh hak untuk hidup dan perkembangan di Indonesia. Koperasi yang sudah dibangun selama ini juga jumlahnya sudah cukup besar. Jumlah ini merupakan aset yang harus dipelihara dan diberdayakan agar dapat berkembang membantu pemerintah untuk memerangi kemiskinan dan menyediakan lapangan kerja. Jika sekarang masih banyak koperasi yang tumbuh belum mampu mencapai tujuan bersama anggotanya,mereka harus diberdayakan melalui pendidikan. Pendidikan adalah usaha sadar untuk meningkatkan kemampuan memahami jati diri dan menerapkannya. Disinilah peranan pihak ketiga termasuk pemerintah untuk dapat membangun mereka mencapai tujuannya baik sebagai mediator,fasilitator maupun sebagai kordinator.
Dengan demikian pembangunan koperasi perlu diteruskan, karena pembangunan adalah proses, memerlukan waktu dan ketekunan serta konsistensi dalam pelaksanaan,berkesinambungan untuk mengatasi semua masalah yang muncul seperti masalah kemiskinan , jumlah pengangguran. yang semakin banyak.
Perkembangan koperasi secara nasional di masa datang diperkirakan menunjukkan peningkatan yang signifikan namun masih lemah secara kualitas. Untuk itu diperlukan komiten yang kuat untuk membangun koperasi yang mampu menolong dirinya sendiri sesuai dengan jatidiri koperasi. Hanya koperasi yang berkembang melalui praktek melaksanakan nilai koperasi yang akan mampu bertahan dan mampu memberikan manfaat bagi anggotanya. Prospek koperasi pada masa datang dapat dilihat dari banyaknya jumlah koperasi, jumlah anggota dan jumlah manajer, jumlah modal,volume usaha dan besarnya SHU yang telah dihimpun koperasi,sangat prosfektif untuk dikembangkan.Model pengembangan koperasi pada masa datang yang ditawarkan adalah mengadobsi koperasi yang berhasil seperti Koperasi Kredit, Koperasi simpan pinjam dan lainnya dan Model Pengembangan Pemecahan Masalah sesuai dengan kondisi koperasi seperti penataan kelembagaan koperasi yang tidak aktif dan koperasi aktif tidak melaksanakan RAT. Untuk memberdayakan koperasi baik yang sudah berjalan dan tidak aktif perlu dibangun sistem pendidikan yang terorgniser dan harus dilaksanakan secara konsesten untuk mengembangkan organisasi, usaha dan mampu bersaing dengan pelaku usaha lainnya.Inilah salah satu nilai koperasi yang tidak ada pada organisasi lain yang perlu terus dilaksanakan dan dikembangkan.
Karena pembangunan koperasi adalah proses memerlukan waktu panjang, konsestensi, komitmen dan kesabaran yang cukup tinggi. Koperasi tidak bisa dibangun dalam waktu singkat dan parsial
Sebenarnya dalam sejarah perkembangan Teknologi Pendidikan / Pembelajaran telah mengalami 3 (tiga) tahapan revolusi, Beckwith (1998: 4) menyebutnya Teknologi Masa Lampau, Teknologi Masa Sekarang dan Teknologi Masa Depan.
Teknologi Masa Lampau, dilukis sebagai teknologi yang menggunakan pendekatan peralatan (Tool Approach) yaitu pemakaian peralat audio visual (OHP, Film bingkai, Film dsb) dalam usaha membantu tenaga pendidik dalam memperbaiki pembelajarannya dalam kelas artinya revolusi pertama ini mempunyai fungsi utama “membantu tugas guru”.
Teknologi Masa Sekarang, dikenal sebagai teknologi yang menggunakan pendekatan sistematik (Systematic Approach) yaitu pengembangan dan penerapan proses-proses metodologis yang berlandaskan hokum-hukum atau aturan-aturan dalam usaha untuk memudahkan belajar. Sistematik berarti mengikuti urutan atau aturan. Artinya revolusi kedua terfokus pada usaha merancang, mengembangkan dan mengemplimentasikan dan menilai pembelajaran bermedia jadi system pembelajaran tersebut media dirancang untuk mampu mengajar dan membelajarkan tanpa menghadirkan guru sehintgga memerlukan langkah-langkah sistematik.
Teknologi Masa Lampau, menggambarkan pengunaan pendekatan yang bersifat sistematik(System approach) yang penciptaan keseluruhan merupakan satu kesatuan yang bersifat dinamis (dari keadaan sebelumnya yang merupakannkomponen-komponen yang lepas) dalamusaha untuk mempengaruhi terjadinya transformasi belajar. Harapan dalam teknologi ini dapat terciptanya persekolahan yang lebih baik, proses belajar yang lebih baik, transformasi yang lebih baik, komunikasi instraktif yang lebih baik dan dunia yang lebih baik.
Dari ulasan diatas, bagaimana kita semua dalam menanggapi perkembangan sekarang dalam kenyataannya ? Kalo boleh saya berpendapat: Kenyataan yang sebenarnya kalo kita melihat bahwa teknologi pendidikan / pengajaran masih berada dalam keterbatasan, inilah yang menjadi banyak menjadi kekecewaan pada kalangan teknolog pendidikan / pengajaran, karena dalam kondisi sekarang ini teknologi / pembelajaran masih belum mampu membantu mengatasi banyak persoalan dalam bidang pendidikan dan pembelajaran. Padahal kita semua sekarang sudah masuk pada era globalisasi yang perkembangannya semakin dasyat dirasakan dan mau tidak mau kita terseret untuk dapat mengikuti dengan keterbelengguan. Bagamana anda menanggapi permasalahan tersebut ?
Pada abad 21 ini dikenal dengan sebutan masa atau era Globalisasi atau juga disebut dengan era Informasi, secara sadar dapat dirasakan dampaknya oleh masyarakat, terutama dengan semakin banyaknya saluran informasi yang tersedia. Eric Ashby (1972) mengatakan bahwa telah terjadi revolusi ke-empat dalam bidang Pendidikan. Revolusi pertama; ketika orang tua menyerahkan anaknya untuk dididik oleh orang yang berilmu (guru), Revolusi ke-dua; telah digunakannya alat tulis untuk keperluan pendidikan, Revolusi ke-tiga; ditemukannya mesin cetak, sehingga materi dapat disajikan dalam bentuk buku dan Revolusi ke-empat; telah ditemukannya perangkat elektronik.Selanjutnya Eric Ashby memberikan 7 (tujuh) ciri-ciri revolusi ke-empat antara lain:
Berkembangnya pendidikan di luar kampus, sebagai bentuk pendidikan berkelanjutan.
Mahasiswa mendapatkan akses lebih besar dari berbagai sumber.
Perpustakaan sebagai pusat sumber belajar merupakan cirri dominan dalam kampus.
Bangnan kampus yang berserak dengan kampus inti dipusat dan kampus satelit yang ada di tengah masyarakat.
Tuntutan bagi mahasiswa untuk menguasai teknologi.
Tumbuhnya profesi bari dalam bidang media dan teknologi
Mahasiswa dituntut untuk belajar mandiri
Bukhopadhyay M (1995) juga berpendapat bahwa kecenderungan globalisasi memicu dunia pendidikan dari pendidikan tatap muka yang konvensional kearah pendidikan yang lebih terbuka. Pendapat ini mengajak kita pelaku pendidikan untuk tidak selalu dinina bobokan oleh kebiasaan lama yang sudah menyatu dirinya untuk dipakai sebagai senjata yang ampuh untuk menembus permasalahan pendidikan yang semakin komplek. Pendidikan yang menyenangkan, enjoy harus dapat kita lakukan untuk mengganti pola lama yang membosankan. Bishop G. (1989) meramalkan bahwa pendidika masa mendatang akan bersifat luwes (fklexible), terbuka, dan dapat diakses oleh siapapun. Mason R. (1994) berpendapat pendidikan masa mendatang akan lebih ditentukan oleh jaringan, bukan gedung sekolah. Sedangkan Tony Bates (1995) menyatakan bahwa teknologi dapat meningkatkan kualitas dan jangkauan bila digunakan secara bijak untuk pendiikan dan latihan dan mempunyai arti yang sangat penting bagi kesejahteraan ekonomi. Pendapat tersebut juga telah banyak member pandangan pada kita semua untuk mendapatkan pendidikan dengan cara tidak tergantung pada pendidikan / pembelajaran yang kaku akan tetapi kita semua akan mendapatkan dari jaringan Teknologi Telekomunikasi dan Informasi (TTI). Hal ini diperkuat dengan pendapat Romiszowiski & Lewis (1995) yang memprediksi bahwa penggunaan “Computer Mediated Communication (CMC)” atau komunikasi multimedia dengan computer dengan kemampuannya mengintegrasikan sumber informasi secara on-line memiliki peluang untuk dimanfaatkan dalampendidikan dan pelatihan mengingat CMC dapat menyampaikan pendidikan yang bersifat Sinkronus (dua arah) maupun asinkronus (searah).
Pandangan tersebut di atas kita dapat member prediksi sebagai anggapan bahwa dengan globalisasi maka pendidikan di masa mendatang akan lebih terfokus pada jaringan, terbuka dan dua arah, beragam, multidisipliner serta terkait pada produktivitas kerja saat itu juga dan kompetitif. Seharusnyalah kita selaku pemerhati pendidikan / pengajaran tanggap dan menyadari bahwa perluasan kesempatan pendidikan secara linier dan konvensional akan memakan waktu yang lama dan mahal, mungkin saja akan kurang responsive terhadap gejolak dinamika perubahan. Peluang-peluang yang ditawarkan oleh Teknologi Tinggi ini agar dapat menerobos hambatan-hambatan dan keterbatasan-keterbatasan system yang konvensional maka pemanfaatan teknologi hendaknya dilaksanakan secara bijak.
RUJUKAN:
AECT (Association for Educational Communication and Technology), 1994, The Definition of Educational Technology, Washington, DC.
Ashby, Eric, 1972, The Fourth Revolution: Instructional Technology in Higher Education,A Carnegie Commission on Higher Education Report, New YorkK McGraw-Hill Book Co.
Bates, Tony, 1995, Technology, Open Learning AND Distance Learning, London: Routledge.
Beckwith, Don, 1988, The Future of Educational Technology, Canadian Journal of Educational Communication.
Bishop, G., 1989, Alternative Strategies for Education, London: McMilan Publisher Ltd.
Ely, Donald P, 1997, Bahan Kuliah Fakultas Pascasarjana IKIP Jakarta.
Heinich, Robert, 1984, The Proper Study of Instructional Technology, Educational Communiction and Technology Journal.
Mason, R., 1994, Using Communiction Media in Open and Flexible Learning, London: Kogan Page Ltd.
Miarso, Yusufhadi, 2005, Menyemai Benih Teknologi Pendidikan, Diterbitkan Atas Kerja Sama dengan Pustekkom DIKNAS, Kencana, Jakarta.
Mukhopadhyay, M., 1995, “Shiffting Paradigm in Open and Distance Education” Paper presented at IDLN Fist Symposium, Yokyakarta.
Prawiradilaga, Salma, Dewi dan Siregar, Eveline, 2004, Mozaik Teknologi Pendidikan, Diterbitkan atas kerjasama dengan Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Kencana, Jakarta.
Romiszowski, A. J., 1992, Computer Mediated Communication: A Selected Bibliography, Englewood Cliffs, NJ.: Educational Technology Publications.
Sumber : http://data.tp.ac.id/artikel/25/Perkembangan+Konsep+Teknologi+Pendidikan+Dan+Revolusi++Pendidikan+.htm